BORNEONEWS, Muara Teweh – Dalam kegiatan Operasi Patuh Telabang 2018 mengutamakan tindakan represif berupa penegakkan hukum penilangan yang terukur bagi para pelanggar lalu lintas tanpa mengesampingkan kegiatan preemtif dan preventif serta dilakukan dengan tindakan kepolisian yang humanis mengedepankan senyum, sapa salam.
Kabas Sumda Polres barito Utara, Kompol Hendrik Kappa SIK mengharapkan dengan digelarnya operasi patuh ini akan tercapai beberapa tujuan diantaranya terwujudnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, turunnya angka kecelakaan lalu lintas dan mampu menekan jumlah fatalitas korban kecelakaan lalu lintas.
“Serta turunya jumlah pelanggaran dan kemacetan, terciptanya kerjasama yang baik antar instansi pemangku kepentingan lalu lintas dan terwujudnya situasi dan kondisi Kamseltibcar lantas yang mantap,” tambahnya.
Dikatakannya sesuai UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, Polri diharapkan untuk mewujudkan dan memelihara keamanan keselamatan, dan kelancaran serta ketertiban berbalu lintas (kalseltibcarlantas).
Selain itu meningkatkan kualitas keselamatan dan menurukan tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas, membangun budaya tertib berlalu lintas, dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada publik.
--page
“Poin-poin tersebut merupakan hal yang kompoleks dan tidak bisa ditangani oleh polantas sendiri, melainkan sinergitas antar pemangku kepentingan menjadi sangat mendasar dalam menemukan akar masalah dan solusi yang harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak,” pungkasnya. (RAMADHANI/B-6)








