BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Para pelajar SMPN 11 Arut Selatan banyak terkecoh menjawab soal matematika dalam Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Pasalnya soal tersebut sangat berbeda dengan simulasi yang pernah mereka kerjakan.
"Kalau soalnya sendiri hampir sama dengan yang pernah diajarkan akan tetapi karena ada pengecoh di dalam soal tersebut, sehingga mereka menjadi kesulitan dalam menjawab soal. Mereka meski ujian matematika sudah selesai mereka mempertanyakan lagi ke guru mata pelajaran terkait soal itu," kata Kepala SMPN 11 Arut Selatan, Rosmala Y Lumula, Kamis (26/4/2018).
Ia menjelaskan untuk masalah teknis SMPN 11 Arut Selatan selalu menggunakan genset dihari pertama dan terakhir UNBK. Karena untuk antisipasi terjadinya pemadaman listrik pada saat ujian berlangsung.
"Untuk jumlah siswa masih sama dengan UNBK pertama sampai terakhir berjumlah 137 orang. Mereka tidak ada yang sakit maupun yang izin, karena kita sudah mengimbau kepada mereka agar menjaga kondisi kesehatanya menjelang UNBK," ucapnya.
Selain itu siswa pada saat setelah selesai UNBK untuk mata pelajaran matematika, para siswa menanyakan kembali permasalahan soal yang mereka anggap sulit ke guru matematika mereka. Karena untuk soal sendiri memang memiliki tingkat kesulitan yang cukup tinggi. (HARDI/B-6)








