JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kembali menggeliatnya industri minyak sawit (CPO), memacu PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) untuk mengejar pertumbuhan lebih agresif lagi. 

"Tahun ini, perusahaan perkebunan sawit ini menargetkan kinerja bakal tumbuh double digit. Kami membidik pertumbuhan pendapatan antara 10% hingga 15%, target serupa juga ditetapkan untuk hasil produksi," kata Investor Relation SSMS, Arie Raymond, di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Sepanjang 2017, SSMS membukukan pendapatan Rp3,24 triliun, sedangkan realisasi produksi CPO dan kernel sebesar 1,49 juta ton. Artinya, tahun ini SSMS mengincar pendapatan antara Rp3,56 triliun hingga Rp3,73 triliun. Sementara, target produksinya sekitar 1,63 juta ton hingga 1,71 juta ton pada 2018.

Sedangkan dana capex akan digunakan untuk meningkatkan area lahan tertanam seluas 4.000 hektar (ha) hingga 5.000 ha. Saat ini, lahan tertanam SSMS saat ini seluas 82.520 ha.

Dengan penambahan lahan tertanam, manajemen berharap produksi dan pendapatannya bisa tumbuh antara 10% hingga 15% pada tahun ini.

--page

Sebagai informasi, perusahaan membidik target bisa memproduksi CPO dengan kenaikan 17%. Target produksi tahun ini diprediksi bisa mencapai 346.589 ton CPO. 

Selain itu, target produk Tandan Buah Segar (TBS) tahun ini mencapai 1,47 juta metrik ton, dari sebelumnya tahun 2017 sebanyak 1,25 juta metrik ton.

Kenaikan produksi tersebut berkorelasi dengan meningkatnya hasil produksi masing-masing kebun. Bukan hanya itu, peningkatan tersebut juga diimbangi dengan penambahan kapasitas pengolahan pabrik.

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2018 perseroan, Chief Financial Officer SSMS, Nicholas Justin Whittle, pada tahun ini, perseroan akan meluncurkan program Lanskap Berkelanjutan di Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. Salah satu kegiatan utamanya adalah bantuan sertifikasi keberlanjutan untuk ribuan hektar perkebunan rakyat, yang akan membantu para petani kecil mengakses pasar minyak sawit berkelanjutan bersama dengan SSMS. (NEDELYA RAMADHANI/m)