SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Saat Ujian Nasional SMP atau sederajat di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), sedikitnya ada 60 siswa tidak ikut serta. Baik ujian nasional berbasis kertas dan pensil (UNKP) maupun ujian nasional berbasis komputer (UNBK).

"Dari laporan yang kami dapatkan, ada 60 siswa yang tidak ikut ujian nasional tersebut, dan itu sangat disayangkan," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kotim Bima Eka Wardana, Jumat (27/4/2018).

Ia menerangkan, sebanyak 60 siswa yang tidak mengikuti ujian itu berasal dari sejumlah sekolah. Ada sejumlah alasan mengapa mereka tidak menyelesaikan sekolahnya, mulai dari masalah keluarga hingga alasan ekonomi.

"Ada yang permasalahan keluarga, namun ada juga tentang ekonomi," kata Bima.

Ia menjelaskan, pihak sekolah sudah melakukan pemanggilan dan berupaya membujuk siswa tersebut untuk mengikuti ujian nasional, agar pendidikan menengah pertama bisa diselesaikan. Namun banyak dari mereka yang tidak lagi menghiraukan hal itu.

--page

Apalagi saat pihak sekolah mendatangi ke tempat keluarga mereka, ada beberapa yang sudah bekerja di luar daerah. Sehingga sangat sulit membujuk mereka pulang dan mengikuti ujian nasional.

Sementara pada pelaksanaan UN 2018 ini, sebanyak tujuh sekolah di Kotim sudah melaksanakan UNBK. Sedangkan 123 sekolah lainnya masih menggunakan cara lama yakni UNKP.

UNBK diikuti 1.470 siswa, sedangkan UNKP diikuti 7.116 siswa. Hingga hari terakrir pelaksanaan UN, semua berjalan lancar. (MUHAMMAD HAMIM/m)