BORNEONEWS, Palangka Raya - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Palangka Raya bekerja sama denga Bulog akan mengadakan pasar penyeimbang jika harga daging ayam tidak turun.
Saat ini, sudah ada lima kandang penyangga yang mampu memasok 25 ton daging ayam. Setiap kandang penyangga mampu memasok 5 ton daging ayam.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya Aratuni D Djaban mengatakan tujuan pasar penyeimbang sebagai langkah kedua Pemerintah Kota (Pemkot) agar masyarakat tidak terbebani harga ayam yang mahal.
"Nantinya dengan stok lima penyangga, satu penyangga bisa menampung lima ton daging ayam berarti akan ada 25 ton persiapan Pemkot menyambut bulan Ramadan dan hari Raya Lebaran agar daging ayam tidak langka sehingga harga kembali normal. Namun jika harga tetap tidak turun kami akan mengadakan pasar penyeimbang," ujarnya, Kamis (26/4/2018).
"Dengan pasar penyeimbang ini pasti harganya lebih murah karena menjual daging ayam, bawah putih dan lain-lain dengan harga modal," lanjutnya.
--page
Selain itu Aratuni mengatakan nantinya Pemkot akan mengadakan sosialiasi kualitas daging beku agar masyarakat lebih memahami sejauh mana kualitas kesehatan daging beku.
Mendekati bulan Ramadan, harga daging ayam di Palangka Raya berkisar dari harga Rp38 ribu sampai Rp40 ribu per Kg. Padahal minggu lalu harga daging ayam berkisar Rp30 ribu sampai Rp32 ribu per Kg. (GAZALI/B-2)








