JAKARTA –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp5 triliun untuk menunjang performa perusahaan dan mendongkrak pertumbuhan. 

“Rencananya, obligasi diterbitkan pada Juni tahun ini,” kata Direktur Utama PTPN III, Dolly L. Pulungan, saat ditemui di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (26/4).

Menurut dia, saat ini perusahaan perkebunan milik pemerintah ini tengah menunggu rating dari lembaga pemeringkat. Dana hasil penerbitan obligasi tersebut salah satunya untuk memenuhi kebutuhan belanja modal yang ditargetkan mencapai Rp16 triliun. 

“Selain dari obligasi, kami menggalang dana dari Himbara sekitar Rp2,5 triliun dan lembaga keuangan asing Rp2,5 triliun,” ujarnya. 

Pada tahun ini, PTPN III menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp2,5 triliun dengan pendapatan mencapai Rp43 triliun. Pada kuartal I 2018, laba bersih tercatat sekitar Rp800 miliar.

--page

Sejauh ini, komoditas kelapa sawit memiliki kontribusi terbesar terhadap pendapatan PTPN III, disusul karet, gula dan teh. 

“Kontribusi terbesar adalah sawit sebanyak 60%, karet 25-30%, gula 20%, serta teh kurang dari 10%,” tutur dia. (NEDELYA RAMADHANI/m)