PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Seorang perempuan terlantar yang mengaku bernama Reko bersama tiga orang anaknya yang masih balita, masing-maing berusia 4, 3 dan 1 tahun diamankan anggota Satpol PP Kotawaringin Barat (Kobar).

Mereka diamankan dari kawasan Taman Segitiga Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun, Jumat (27/4/2018) sekitar pukul 10.00 WIB.

Perempuan yang diduga mengalami gangguan jiwa dan tanpa identitas ini menurut pengakuannya berasal dari Desa Gohong, Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau. Saat ditanya oleh anggota Satpol PP Kobar, ia mengaku tiba di Pangkalan Bun, Kamis (27/4/2018).

"Saya diantar oleh petugas dari Sampit, Kotawaringin Timur. Dia pakai baju PNS, sebelumnya ia memberikan tas ini," ujarnya sambil menunjukkan tas bertuliskan Kebutuhan Khusus Bantuan Kementerian Sosial RI Ditjen Linjamsos Dit PSKBS 2015.

Perempuan tersebut juga mengatakan, dirinya selama di Sampit tinggal di dalam gerobak. "Setelah itu kami dibawa oleh orang pakai baju PNS. Kemudian saya mengatakan bahwa ingin ke Pangkalan Bun karena katanya ramai," ujar perempuan tersebut.

--page

Ia juga mengaku bahwa dirinya pergi dari desanya lantaran kesal dengan kondisi rumah tangganya. "Suami saya tidak mau kerja. Kerjaannya makan dan tidur saja. Makanya saya pergi dari rumah," ujarnya.

Kabid Penegakan Perda Penyidik PNS Dinas Damkar dan Satpol PP Kobar Mustawan Lutfi mengatakan, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Kobar untuk menindaklanjuti penanganan perempuan tersebut.

Sementara ini perempuan tersebut berada di kantor Satpol PP agar bisa dipantau. "Karena kasihan juga, saat ditemukan perempuan tersebut duduk panas-panas di area terbuka di kawasan Taman Segitiga. Terlebih perempuan tersebut sedang dalam keadaan hamil. Berulang kali kami tanyai perempuan tersebut seringkali memberikan jawaban yang ngawur dan kadang bisa tertawa-tawa sendiri," jelas Luthfi. (WAHYU KRIDA/B-2)