BORNEONEWS, Muara Teweh- Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, dalam beberapa hari terakhir, ditambah lagi kiriman dari daerah hulu, membuat debit air Sungai Barito naik signifikan.
Saat ini air sungai bahkan sudah meluap dan merendam permukiman penduduk yang berada di dataran rendah.
Kawasan yang terendam di antaranya permukiman di Gang Aliyah, Jalan Flores, Gang Praguai, dan Kampung Mangala, Kelurahan Jambu, Kecamatan Teweh Baru.
Warga Muara Teweh, Alias Ramadhan, mengatakan bahwa air sangat cepat naik. Hanya dalam beberapa hari sudah merendam jalan yang berada di depan rumahnya.
"Iya air cepat sekali naik. Saat ini ketingian air mencapai 1 meter lebih atau setinggi pinggang orang dewasa," ujar Alias, Jumat (27/4/2018).
--page
Alias dan sejumlah warga lainnya mulai memindahkan barang atau perabotan rumah tangga mereka ke tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi bila ketinggian air terus naik.
"Saya sudah memindahkan barang- barang ke tempat yang lebih aman. Sebab kelihatanya air saat ini terus menunjukan kenaikan," ucapnya.
Ayah satu anak ini berharap, air cepat surut agar aktivitas warga tidak terganggu dan bisa berjalan seperti bisa.
Sebelumnya, permukiman di Jalan Wira Praja, Jalan Sudirman, Jalan Pertiwi, Jalan Pramuka, dan Jalan Ahmad Yani sudah terlebih dulu direndam air akibat meluapnya Sungai Bengaris.
Kawasan dengan banjir terparah di komplek perubahan di belakang kantor Bapedda Litbang, Jalan Rongolawe dan Angah, dengan ketinggian air 1-2 meter. (RAMADANI/B-3)








