BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ditemukannya ibu dan tiga anak terlantar oleh anggota Satpol PP Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) di kawasan Taman Segitiga Bundaran Pancasila, Pangkalan Bun, Jumat (27/4/2018) ternyata langsung direspon Bupati Kobar Nurhidayah. Orang nomor satu di Kobar ini langsung mendatangi Markas Satpol PP Kobar mengecek kondisi perempuan bernama Riko (33 tahun) tersebut.
Saat ditanyai Bupati Kobar, perempuan yang diduga mengalami depresi ini mengaku dirinya diantar oleh seorang petugas yang berseragam PNS dari Sampit.
"Saat di Sampit, saya dan tiga anak ini bersama suami tinggal di gerobak. Nah setelah dibawa oleh orang Dinas Sosial, suami saya ditinggal di gerobak. Saat ditanyai, saya meminta diantarkan ke Pangkalan Bun," ujar perempuan tersebut.
Riko mengatakan, saat tiba di Pangkalan Bun ia diinapkan di sebuah losmen di dekat pasar Kelurahan Baru.
"Paginya saya disuruh keluar oleh orang penginapan lantaran tidak bisa bayar. Menumpang mobil angkutan warna kuning saya kemudian diantarkan ke Bundaran Pancasila," ujarnya.
--page
Saat Bupati mengatakan apakah ia mau kembali ke kampung halamannya lantaran dirinya mengaku bapaknya asal Desa Gohong dan dirinya pernah tinggal di Jabiren Kabupaten Pulang Pisau, perempuan tersebut menolak.
"Saya sudah lama pergi dari kampung. Minggat. Saya juga pernah tinggal di Yayasan Pandohop, Tangkiling Palangka Raya dan bersekolah hingga SMP. Kemudian menikah dan sejak lima tahun lalu tinggal di Sampit," jelas Riko.
Untuk mencari kejelasan mengenai asal perempuan tersebut, Bupati Kobar kemudian memghubungi Kepala Dinas Sosial Kotim Agus Tripurna Tangkasiang.
"Dari penuturan Kadinsos Kotim, memang diakui bahwa perempuan tersebut pernah ditangani oleh pihaknya. Namun saat dikembalikan ke Jabiren, ternyata keluarganya tidak menerima, lantaran kondisi kejiwaan perempuan tersebut yang tidak stabil," ujar Bupati.
Lantaran tidak diterima keluarganya, pihak Dinsos Kotim kemudian mencoba membawa perempuan tersebut ke Desa Sei Gohong Tangkiling.
--page
"Menurut Kadinsos Kotim tadi, di Desa Sei Gohong terdapat keluarga perempuan itu. Namun lagi-lagi ia tidak diterima. Bingung mau diantar kemana, pihak Dinsos Kotim kemudian mengembalikan lagi perempuan tersebut ke tempat ia biasa nongkrong di belakang Hotel Bintang," jelas Bupati.
Bupati menjelaskan, lantaran kondisi kejiwaan perempuan tersebut yang tidak stabil, sementara ini ia ditampung di RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun.
"Pemilihan RSUD Sultan Imanuddin Pangkalan Bun untuk tempat tinggal sementara, lantaran ketidakstabilan kejiwaan perempuan itu Sehingga ia bisa terus dipantau. Kalau sampai lengah, ditakutkan ia akan menyakiti anaknya. Rencananya besok, Sabtu (28/4/2018) ia akan kita antarkan ke Rumah Sakit Jiwa Kalawa Atei," jelas Bupati. (WAHYU KRIDA/B-5)








