BORNEONEWS, Kuala Kurun- Sejak kemarin hingga Jumat (27/4/2018) siang, debit air Sungai Kahayan terus meningkat.
Luapan Sungai Kahayan menyebabkan sejumlah permukiman masyarakat di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir terendam air. Namun demikian, Jumat (27/4/2018) sore, debit air Sungai Kahayan sudah menyusut.
"Nampaknya sore ini Sungai Kahayan sudah mulai surut," kata Yantini, 45, warga yang tinggal dibantaran Sungai Kahayan.
Menurut dia, saat Sungai Kahayan meluap dan menyebabkan permukiman warga terendam, aktivitas masyarakat pun terganggu. Beruntunglah luapan Sungai Kahayan tidak terlalu lama dan Jumat sore masyarakat sudah bisa beraktivitas seperti biasa.
"Masyarakat yang tinggal di Kelurahan Tampang Tumbang Anjir yang rawan bencana banjir juga mengusulkan untuk direlokasi ke tempat yang aman dari bencana," ujar Kristian, warga Tampang Tumbang Anjir.
--page
Saat di temui terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gunung Mas Penyang D Masal, menyampaikan bahwa berdasarkan analisis dari Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), musim hujan diprediksi berlangsung hingga Mei 2018.
"Saat musim penghujan, masyarakat di bantaran sungai, terutama daerah rawan banjir, harus waspada," pesan Penyang. (EPRA SENTOSA/B-3)








