PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Salah seorang peserta seleksi anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Sapmi Wawalma yang dinyatakan tidak lolos 10 besar mengaku merasa tidak nyaman dan tidak bermaksud jahat kepada calon anggota KPU yang saat ini masuk 10 besar.

Dari 10 besar peserta yang masuk, ada tiga nama yang dinilai bermasalah karena tidak direkomendasikan Polda Kalteng saat tes psikologi. Tiga nama tesebut adalah Gazalirahman, Thaibah Istiqamah, dan Sahlin.

"Sebenarnya kami merasa tidak nyaman dengan keadaan ini dan saya tidak bermaksud jahat kepada 3 peserta yang tidak direkomendasikan Polda Kalteng yang saat ini masuk 10 besar. Saya kenal baik dengan di antara mereka," ujar Sepmiwawalma, yang saat ini masih aktif sebagai anggota KPU Kalteng tersebut, Jumat (27/4/2018).

Gazalirahman, Thaibah Istiqamah, dan Sahlin sendiri bagi Sepmi merupakan orang yang tidak asing baginya. Ketiganya saat ini juga masih aktif sebagai anggota KPU, ada yang di tingkat kabupaten dan ada yang di tingkat provinsi.

"Saya yakin mereka memang kader terbaik di Kalteng dan kami berteman baik, Gazalirahman anggota KPU Kabupaten Barsel, Sahlin anggota KPU Kabupaten Kotawaringin Timur dan Thaibah Istiqamah teman kami di KPU Provinsi Kalteng. Jadi sesungguhnya niat kami ini tidak ada niat tidak baik," lanjutnya.

--page

Hanya saja, imbuh Sepmiwawalma, tujuan pihaknya melakukan gugatan dan meminta hasil seleksi Timsel dievaluasi kembali karena merasa saat proses seleksi berjalan dengan tidak sehat.

Sepmiwawalma mengaku hanya menginginkan proses yang adil dan objektif dari Timsel KPU Kalteng. (GAZALI/B-5)