SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang terjadi di Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur mengakibatkan aktivitas di satu rukun tetangga (RT) lumpuh total.

"Terutama warga di RT 1 tidak bisa melakukan aktivitas karena banjir yang parah di RT itu. Sementara lima RT yang lain tidak begitu parah banjirnya. Karena proyek siring desa sudah ada sehingga sedikit membantu jika terjadi banjir," kata Sekretaris Desa Sudan, Heriyadi, Sabtu (28/4/2018).

Meski demikian menurut Heriyadi warga yang kesehariannya bekerja sebagai petani karet dan rotan terpaksa tidak bisa melakukan aktivitasnya. Karena kebun mereka ikut terendam banjir.

Menurut Heriyadi mereka berharap banjir secepatnya berlalu jangan sampai merendam rumah mereka seperti banjir sebelum-sebelumnya. Karena saat ini warga masih terus bertahan di kediaman mereka.

Tidak hanya itu Heriyadi juga berharap warga selalu waspada terutama yang memiliki anak kecil yang tidak bisa berenang agar mengawasinya dan tidak membiarkannya beraktivitas di luar. Karena jangan sampai menjadi korban banjir tersebut. 

--page

Banjir di Desa Sudan sudah sering kali terjadi sejak beberapa tahun terakhir. Banjir diakibatkan hujan lebat dan luapan air sungai di desa itu. Sehingga desa yang berada dipinggir sungai harus jadi korban banjir.

Banjir itu terjadi akibat hujan yang terjadi pada Jumat (27/4/2018) malam hingga Sabtu (28/4/2018) dini hari. Meski tidak menenggelamkan rumah warga namun jalan desa terendam. Bahkan ketinggian air hampir menenggelemkan rumah warga. Warga sebagian teras rumah warga ada yang sudah terendam. (NACO/B-5)