BORNEONEWS, Sampit - Berhentilah berkendara jika anda mengantuk. Imbauan ini tampaknya masih dilanggar sejumlah pengendara. Buktinya, masih ada yang mengalami kecelakaan lalu lintas, karena berkendara saat mengantuk.
Seperti yang dialami Syahrudin, sopir truk, yang mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Poros Pelantaran - Parenggean, Km 4, Desa Pelantaran, Kecamatan Cempaga Hulu, Jumat (27/4/2018) malam, sekitar pukul 19.30 WIB.
"Kecelakaan tunggalnya tadi malam. Truk terguling, karena sopirnya mengantuk," kata Kapolsek Cempaga Hulu, Iptu AA Rahmat, Sabtu (28/4/2018).
Adapun kronologis kecelakaan tunggal itu, bermula sopir mengendarai truk nopol P 9878 UX menuju Kecamatan Parenggean. Beberapa saat sebelum kejadian, sopir mengantuk.
Namun, dia tetap memacu kendaraannya agar segera mencapai lokasi tujuan. Akibat dipaksakan, dia kehilangan kendali saat mengemudi. Tak ayal, truk pun terguling masuk parit.
--page
"Saat kejadian hujan deras, sopir tertidur saat melintasi tikungan. Truk hilang kendali dan melebar kekiri jalan hingga masuk ke dalam parit," terang Kapolsek Cempaga Hulu.
Kurang hati-hatinya pengendara truk menjadi faktor penyebab kecelakaan tunggal itu. Beruntung Syahrudin tidak mengalami luka. Namun, akibat kecelakaan itu, sebagian kabin truk mengalami kerusakan yang cukup parah. Sementara kerugian materi diperkirakan mencapai jutaan rupiah. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-11)








