SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sumber daya alam Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kian menarik minat investor asing. Baru-baru ini, ada insvestor dari Belanda yang tertarik terkait komoditas karet di daerah ini. Hal tersebut disampaikan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kotim, Susilo, Sabtu (28/4/2018).

“Ada investor dari Belanda yang siap mengelola karet Kotim, kalau rotan itu dari Cirebon. Namun akan dilakukan survei dulu. Kalau memang cocok, pengusaha dari Belanda siap berinvestasi di daerah ini,” kata Susilo. 

Informasi itu bahkan sudah disampaikan ke Pemkab Kotim, dan juga mendukung. Terkait itu, Kadin akan terus berupaya untuk melakukan persiapan sejumlah hal yang diperlukan investor. 

“Sebetulnya kita sudah diminta menyiapkan produk, namun belum bisa menyiapkan produk sesuai standar di Belanda. Ada alat khusus untuk mengolah karetnya,” terang Susilo.

Dia menerangkan, peluang untuk mengirim hasil kerajinan ke pasar Eropa cukup terbuka lebar. Hanya saya, syarat pengiriman cukup ketat. “Untuk kerajinan ke Eropa, bahan pewarna yang  digunakan tidak boleh mengandung kimia. Bisa menggunakan bahan madu khusus untuk pewarnanya,” terang Susilo.

--page

Sementara itu, Kadin juga terus mendorong UMKM di Kotim untuk memanfaatkan peluang dalam pengembangan potensi usaha yang masih sangat terbuka lebar tersebut. 

Di Kotim, banyak bahan baku untuk diolah menjadi berbagai kerajinan, hanya saja saat ini masih terkendala SDM. Padahal jika diolah, tentu hasilnya lebih menjanjikan. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)