TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Timur mengingatkan kepada pengusaha angkutan kelapa sawit untuk memperhatikan sejumlah faktor. Seperti kelengkapan jaring pengamana.

“Kita minta angkutan kelapa sawit tidak semena-mena. Truk-truk bak terbuka itu, kalau mengangkut sawit harus menggunakan jaring,” tegas Ketua Komisi II DPRD Barito Timur, Rini, Sabtu (28/4/2018).

Dia mengatakan, pengangkutan sawit tanpa pengaman sangat berbahaya. Sebab, apabila ada buah yang jatuh ke jalan, tentu membahayangkan pengendara. Serta bisa menimbulkan kerusakan jalan.

“Ini jalan untuk kepentingan bersama. Kalau buah jatuh terus menimpa pengendara di belakangnya, ini sangat berbahaya,” kata Rini.

Selain itu, Rini juga menyoroti kemampuan tonase jalan negara. Dan jangan ada angkutan membawa barang melebihi tonase yang ditentukan.

--page

Terkait itu, Rini mengharapkan jembatan timbang di Desa Taniran, Kecamatan Benua Lima agar difungsikan.

“Kalau muatannya melebihi, diturunkan. Jangan hanya dilihat saja barang itu. Aturannya sudah jelas,” pungkasnya. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-11)