NANGA BULIK –

BORNEONEWS, Nanga Bulik - Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon Nanga Bulik Kabupaten Lamandau mengimbau masyarakat untuk beralih ke listrik prabayar.

"Tidak ada kewajiban itu, cuma memang PLN mendorong ke arah sana dengan berlanggan listrik prabayar. Hal ini merupakan program PLN supaya tidak ada lagi dusta antara PLN dan pelanggan," kata kepala PLN Rayon Nanga Bulik Adman, baru-baru ini.

Pihaknya terus menyosialisasikan penggunaan meteran prabayar yang memiliki banyak keunggulan. Misalnya, jika pelanggan beli token sebesar Rp100 ribu yang dapat otomatis kurang lebih sekitar 60,1 KWH. Untuk harga 1 KWH itu sebesar Rp1.467.

Jadi uang yang Rp100 ribu itu yang pertama dipotong biaya administrasi Bank Rp2.500-Rp3.000 tergantung banknya. Lalu potong PPj misalnya 7% sudah Rp7.000 dan sisa Rp93 ribu. "Nah 93 dibagi 1.467 maka kurang lebih 60,1 KWH ini hasilnya," sebut Adman.

Selain itu, ujar Adman, keunggulan meteran listrik prabayar tersebut tanpa petugas catat sehingga tidak ada kesalahan baca meter, tanpa rekening biaya beban, tunggakan dan tanpa pemutusan, tidak ada biaya keterlambatan atau denda.

--page

Kemudahan pembelian token, pembelian token minimum Rp 20 ribu, bebas token kadaluwarsa, mudah dalam mengatur pemakaian listrik atau bisa lebih hemat, aman dan terdapat fitur informasi. "Jadi penghitungan listrik prabayar dinilai lebih akurat ketimbang listrik pascabayar," ungkapnya.

Menurut Adman, dengan menggunakan listrik prabayar masyarakat bisa lebih bijaksana dalam menggunakan listrik. PLN sendiri menyebut layanan listrik prabayar sebagai layanan listrik pintar karena setiap pelanggan bisa mengendalikan sendiri penggunaan listriknya sesuai kebutuhan dan kemampuannya. (HERIYADI/B-2)