SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Banjir yang melanda Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu hingga hari kedua, Minggu (29/4/2018), tidak kunjung surut. Bahkan ketinggian air diperkirakan masih sama seperti hari pertama Sabtu (28/4/2018).

"Sampai hari ini air masih tinggi. Belum surut, sama seperti kemarin (Sabtu)," kata Giro warga setempat, Minggu (29/4/2018).

Senada yang disampaikan Sekretaris Desa Sudan, Heriyadi, banjir masih menggenangi jalan di desa mereka. Namun ia memprediksi, jika hari ini tidak hujan kemungkinan besar air akan surut.

"Semoga tidak ada hujan susulan. Kalau hari seperti ini (panas) kemungkinan besar air berangsur surut," kata Heriyadi.

Meski demikian, menurut Heriyadi, warga tetap memaksakan diri untuk melakukan aktivitas sehari- hari. "Beruntung tidak ada hujan sampai sekarang, jadi air meski tidak surut, tidak bertambah ketinggiannya," ucap pria tersebut.

--page

Banjir di desa itu akibat hujan deras pada Jumat (27/4/2018) malam hingga Sabtu dini hari yang mengguyur wilayah yang rentan terkena banjir itu.

Ditambah lagi, saat itu kondisi Sungai Cempaga yang melintasi desa itu meluap. Luapan air dari desa tetangga dan hulu Sungai Cempaga mengakibatkan wilayah yang berada di dataran rendah itu kembali terendam. (NACO/B-2)