SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Gelandangan dan pengemis (gepeng) kembali marak di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur. Namun kali ini didominasi oleh kalangan anak-anak.

Bahkan, hampir tiap malam sekelompok anak atau bahkan sendiri mudah dijumpai di sejumlah tempat nongkrong pusat kota. Mereka mengamen dengan membawa Ukulele.

Kepada Borneonews, mereka mengaku sudah putus sekolah. Mereka menggeluti kegiatan itu lantaran hasilnya yang cukup menggiurkan.

Di satu tempat, mereka bisa menghasilkan uang hingga puluhan ribu rupiah. "Saya sudah berhenti sekolah. Cuma sampai SD saja," kata pengamen cilik yang mengaku tinggal di kompleks perumahan Pembina, Kecamatan MB Ketapang itu.

Pengamen ini memgaku tiap malam mereka berkeliling ke kota Sampit. Sasarannya, pengunjung warung atau tempat nongkrong seperti di kawasan Belauran, Jalan MT Haryono, Jalan Pelita, Kapten Mulyono dan jalur lainnya yang mereka anggap banyak tempat nongkrong.

--page

Jelang lebaran, Kota Sampit dihiasi gepeng hampir terjadi tiap tahun. Modusnya selain meminta-minta dengan memanfaatkan kondisi cacat yang diderita tidak jarang juga mereka melakukannya dengan cara mengamen.

Dari sejumlah gepeng yang diamankan selain berasal dari Sampit ada juga gepeng yang datang dari Kalimantan Selatan dan Pulau Jawa. Bahkan yang cukup mengejutkan, mereka sengaja mengemis, padahal sebagian tergolong mampu bahkan ada yang memiliki kendaraan roda empat. (NACO/B-2)