BORNEONEWS, Muara Teweh - Debit Sungai Barito yang terus meningkat menyebabkan enam kecamatan di wilayah Kabupaten Barito Utara tergenang banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Banjir (BPBD) Barito Utara, Gazali Montalatua, mengatakan, enam kecamatan yang tergenang banjir yakni Teweh Tengah, Lahei, Lahei Barat, Teweh Baru, Teweh Selatan, dan Montallat.
Gazali memaparkan, berdasarkan data per Sabtu (28/4/2018), di Kecamatan Teweh Tengah ada 189 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak banjir dengan rumah yang terendam sebanyak 159 buah, tiga sekolah, dua tempat ibadah, satu sarana kesehatan, dan tujuh jembatan.
Wilayah Kecamatan Lahei Barat, banjir berdampak pada 133 KK dengan rumah terendam sebanyak 133 buah, satu sekolah, satu kantor, dua sarana kesehatan, satu pasar, dan tiga jembatan.
Untuk kecamatan Lahei berdampak pada 439 KK dengan rumah terendam sebanyak 439 buah, satu sekolah, dua tempat ibadah, satu pasar dan lima jembatan.
--page
Selanjutnya, pada Kecamatan Teweh Baru banjir berdampak pada 387 KK, 385 rumah terendam, dua sekolah, empat tempat ibadah, satu pasar dan satu jembatan.
Di Kecamatan Teweh Selatan, banjir berdampak pada 98 KK dengan 74 buah rumah terendam, dua sekolah, dua tempat ibadah, satu kantor, satu sarana kesehatan dan tiga jembatan.
Yang terakhir, kata dia, di Kecamatan Montallat, banjir berdampak pada 25 KK dengan banjir merendam sebanyak 25 buah rumah, empat sekolah, satu sarana kesehatan, satu pasar, dan dua jembatan.
"Di semua kecamatan ketinggian air dari 1 hingga 2 meter. Diharapkan warga waspada dengan banjir ini sehingga tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," pungkasnya. (RAMADHANI/B-2)








