PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Setidaknya terdapat 5 kecamatan di Kabupaten Murung Raya (Mura) yang tinggal di kawasan dataran rendah menjadi korban banjir, hingga kemarin.

Di mana sejak 28 April 2018 lalu, banjir dengan kendalaman hingga pinggang orang dewasa mengenangi pemukiman warga, di mana berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPPBD) setempat, ada ratusan Kepala Keluarga (KK)  yang terdampak banjir.

Banjir diakibatkan curah hujan tinggi tersebut hingga Minggu kemarin belum ada pertanda akan surut, bahkan hujan terus saja mengguyur wilayah Kabupaten Mura yang tentu saja membuat masyarakat semakin khawatir.

Sebagaimana diungkapkan Supriadi warga Kelurahan Puruk Cahu Seberang, banjir terjadi begitu cepat, di mana debit DAS Barito naik secara signifikan, dalam kurun waktu tiga sampai empat hari saja, DAS Barito meluap dan mengakibatkan banjir.

“Saat ini ratusan pemukiman di Puruk Cahu Seberang sudah terendam banjir, apalagi Puruk Cahu Seberang memang berada di lokasi langganan banjir. Sementara kami mengungsi ke lantai dua rumah, atau membuat lantar darurat untuk mengamankan perabotan rumah tangga,” tuturnya.

--page

Supriadi berharap banjir segera surut sehingga masyarakat bisa beraktivitas seperti biasa khususnya untuk bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari hari.

Kepala BPBD Mura Merkudius Dani mengatakan, saat ini ada 5 kecamatan di Mura yang terdampak banjir, di mana ada ratusan rumah yang terendam.

Banjir  juga melanda wilayah paling hulu sungai Barito, salah satunya Kecamatan Uut Murung di antaranya desa Tupus dan Desa Tujang yang memang selama ini jarang terendam banjir.

Hal itu menandakan bahwa debit air sungai sangat tinggi di bagian hulu sungai Barito dan ini harus diwaspadai oleh masyarakat khususnya yang bermukim di bantaran sungai.

Kemarin ketinggian debit Barito mencapai 7.95 cm dan level ketinggian air tersebut sudah jauh diatas normal dan dipastikan banyak rumah yang terendam banjir.

--page

“BPBD terus melakukan pemantauan, dan juga melakukan misi kemanuaan membatu warga korban banjir untuk mengungsi atau yang ingin mengevakuasi barang barangnya,” tutur Merkudius Dani.

Tentu, kata Dani, pihaknya terus siaga mengerahkan personel yang ada untuk membantu masyarakat, termasuk berupaya meminimalisir dampak banjir, dan juga berkoordinasi dengan SOPD teknis agar penyaluran bantuan cepat dilakukan. (TRISNO/B-5)