BORNEONEWS, Puruk Cahu - Musibah banjir di Pasar Hungan dan Pasar Bahitom, Puruk Cahu Kabupaten Murung Raya memaksa pedagang mengungsi ke pinggir jalan lantaran lapak pasar yang biasa digunakan tempat berjualan terendam air.
Di mana genangan air beberapa hari lalu naik debitnya secara signifikan sehingga membuat terendamnya lapak lapak pedagang membuat puluhan pedagang yang biasa beraktifitas di pasat tersebut mengungsi.
Tidak punya pasar darurat, para pedagang sayur, buah buahan, ikan, dan perabotan rumah tangga dan berbagai jenis lainnya ini terpaksa menggelar dagangannya di pinggir jalan. Baik itu di kawasan pasar Bahitom maupun di Pasar Hungan.
Pantauan hari Mingggu (29/4/2018) kemarin, mengungsinya pedagang di dua pasar tradisional terbesar di Puruk Cahu tersebut telah dilakukan selama tiga hari terakhir dan tampaknya akan berlangsung lebih lama karena saat ini debit Barito masih terus naik.
Nurmala, seorang pedagang yang mengungsi ketika dibincangi Minggu kemarin mengatakan beberapa hari lalu lapak dagangannya sudah terendam air, bahkan sudah tidak terlihat lagi.
--page
Sehingga ia termasuk pedagang lainnya terpaksa mengungsi ke pinggiran jalan untuk tetap berjualan. Karena jelasnya tidak mungkin dirinya berhenti berjualan sementara menunggu banjir surut karena perjualan merupakan satu satunya mata pencaharian untuk menafkahi keluarga.
“Kami tahu berjualan di pinggiran jalan seperti ini dilarang, namun saat ini kondisi sedang darurat dan Pemerintah pasti mengerti. Lagian aktivitas berjualan seperti ini hanya sementara, dan nanti apabila banjirsudah surut kami akan kembali lagi ke lapak pasar,” katanyaelasnya.
Dirinya juga mengungkapkan meskipun mengungsi berjualan di pinggir jalan, tidak lantas membuat sepi pembeli. Malah pembeli cukup ramai, karena pembeli bisa langsung menghampiri pedagang dari kendaraan sehingga lebih mudah.
Namun, tetap saja ia berharap bisa berjualan lagi di lapak pasar, karena berjualan di pinggiran jalan tentu berbahaya, panas dan apabila hujan akan kebasahan karena hanya ditutup terpal saja. (TRISNO/B-5)








