TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Sekda Barito Timur (Bartim) Eskop geram dan tidak mau melepas secara resmi kontingan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) karena cuma dihadiri oleh 3 orang. 

Padahal sesuai rencana pelepasan kontingan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) Barito Timur akan dilaksanakan di halaman kantor bupati, Senin (30/4/2018), tapi urung dilakukan karena minimnya peserta yang hadir.

"Saya tidak mau melepas kontingen kalau hanya ada 3 orang dan beberapa staf saja yang hadir," tukas Eskop saat ditemui di Kantor DPRD Bartim, Senin (30/4/2018).

Menurut Eskop, pihaknya sudah menggelontorkam dana besar untuk dapat mengikuti acara tahunan tersebut sebagai apreasi meriahkan HUT Kalteng dan pelestarian budaya daerah.

"Jangan dianggap sepele pemberangkatan ini, ini juga sebagai momen kita untuk mendapatkan hasil terbaik saat berlomba nanti, kalau memang hanya memeriahkan tak usah pakai minta dana besar-besar ke pemerintah," ketus Sekda.

--page

Eskop mengatakan, tidak hadirnya semua peserta kontingen beralasan karena peserta yang tinggalnya jauh dari kota Tamiang Layang sehingga tidak dapat hadir.

Jarak tempuh yang akan semakin jauh karena peserta kontingen akan melewati perjalanan darat melalui Provinsi Kalimantan Selatan, dikarenakan lewat jalan Lintas antar kabupaten dari Tamiang Layang menuju Palangka Raya tepatnya di daerah Bukit Rawi Kabupaten Pulang Pisau Akses jalan terputus akibat banjir.

Sementara itu, pelepasan kontingen FBIM Kabupaten Bartim hanya di lakukan secara internal di Aula Pemerintah Kabupaten Barito Timur, dipimpin Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Ruspendi Dena.

Acara berjalan dengan lancar dan hikmat walaupun hanya diikuti 3 orang. FBIM 2018 ini digelar di Kabupas. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-5)