BORNEONEWS, Sampit - Kisruh di tubuh Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kotawaringin Timur berlanjut hingga ke rapat internal di aula lantai II Setda Kotim, Senin (30/4/2018) sore.
Hadir sejumlah perwakilan klub sepakbola di Kotim, serta pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim sebagai fasilitator.
Dalam rapat itu, KONI Kotim sempat memberikan tiga opsi. Salah satunya, opsi menganulir kepengurusan Ali Natadilaga saat ini menjabat sebagai Ketua PSSI Kotim, yang dianggap terpilih tanpa melalui prosedur yang berlaku yakni kongres
"Kita ajukan tiga opsi dalam rapat ini bisa nanti ditentukan apakah melalui penentuan opsi terbuka atau melalui tertutup, kami serahkan kepada pemilik klub," kata Raihansyah, Wakil Sekretaris KONI Kotim.
Opsi pertama yang diajukan KONI Kotim, yakni menggugurkan rekomendasi KONI Kotim dan kepengurusan Asosiasi Kabupaten (Askab) Kotim saat ini sudah terbentuk. Dengan catatan yakni dilaksanakan musda ulang paling lambat Mei 2018, karena keterkaitan keabsahan keikutsertaan Kotim pada Porprov Kalteng.
--page
Selanjutnya, ditunjuk salah seorang dari yang hadir sebagai ketua musda PSSI, dan Ali Natadilaga tidak berhak dan gugur haknya sebagai ketua. Serta, apabila dilaksanakan musda ulang tidak diperkenankan mencalonkan lagi.
Serta opsi kedua meneruskan dan mendukung Askab PSSI Kotim saat ini sampai dengan pelaksanaan Porprov Kalteng pada Oktober 2018 di Muara Teweh dan aman bermusyawarah pada Desember 2018.
Pada opsi ketiga mendukung kepengurusan Askab PSSI saat ini sampai dengan berakhirnya masa kepengurusan sesuai dengan SK Asprov Kalteng dengan catatan diadakan rapat internal dalam rangka menyusun seksi dalam kepengrusan sesuai dengan kebutuhan organisasi statuta PSSI.
Serta, merangkul semua kalangan demi kemajuan persepakbolaan dengan cara duduk bersama serta tidak ada lagi surat protes dari beberapa kalangan. (NACO/B-11)








