SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dari 19 klub yang hadir pada rapat terkait kisruh PSSI Kotim, Senin (30/4/2018), mayoritas sepakat dan mendukung Ali Natadilaga melanjutkan kepengurusannya di PSSI Kotim.

Sebelumnya, penetapan Ali menuai protes lantaran ditunjuk sebagai Ketua PSSI tanpa melalui musyawarah daerah.

Namum melalui forum rapat bersama, 19 klub yang hadir dari 35 klub divisi I dan II di lantai II Setda Kotim, sebagian besar memilih opsi agar Ali Natadilaga, anggota DPRD Kotim, melanjutkan kepengurusan sampai berakhir SK Asprov 2018-2021.

"Pemilihan opsi ketiga sudah memenuhi kuorum dan sah. Kita sepakati bersama tadi," kata Wakil Sekretaris Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotim, Raihansyah.

Jika masih ada yang tidak sepakat, menurut Raihansyah, terutama klub yang tidak hadir mereka siap mengundangnya untuk berdialog bersama. Namun dia tegaskan, dialog itu tidak akan mengubah keputusan rapat tersebut.

--page

Rapat dianggap sah sesuai AD/ART, karena pengambil keputusan yakni pemilik klub memenuhi kuorum.

Hasil pemilihan tiga opsi yang ditawarkan, tujuh klub pemegang suara memilih opsi pertama, satu klub memilih opsi kedua, dan 11 klub memilih opsi ketiga.

Sementara itu Kepala Dispora Kotim Najmi Fuadi mengapresiasi atas pilihan itu. "Kita berharap PSSI bisa lebih maju lagi," tegasnya usai kegiatan itu.

Dalam forum itu KONI memberikan tiga opsi. Pertama, yakni KONI Kotim menggugurkan rekomendasi dan kepengurusan Asosiasi Kabupaten (Askab) Kotim saat ini yang sudah terbentuk, dengan catatan dilaksanakan musda ulang paling lambat Mei 2018, karena keterkaitan keabsahan keikutsertaan pada Porprov 2018 dan penganggaran.

Selanjutnya ditunjuk salah seorang dari yang hadir, sebagai ketua musda PSSI, serta Ali Natadilaga tidak berhak dan gugur haknya sebagai ketua dan juga apabila dilaksanakan musda ulang tidak diperkenankan mencalonkan diri.

--page

Opsi kedua meneruskan dan mendukung Askab PSSI Kotim saat ini sampai dengan pelaksanaan Porprov Kalteng pada Oktiber 2018 di Muara Teweh dan akan bermusyawarah pada Desember 2018.

Pada opsi ketiga mendukung kepengurusan Askab PSSI saat ini sampai dengan berakhirnya masa kepengurusan sesuai dengan SK Aprov Kalteng dengan catatan diadakan rapat internal  dalam rangka menyusun seksi kepengurusan sesuai kebutuhan PSSI.

Kemudian, merangkul semua kalangan demi kemajuan persepakbolaan dengan cara duduk bersama serta tidak ada lagi protes dari beberapa kalangan. (NACO/B-11)