PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Setelah melihat perkembangan di mana hingga hari ini, debit air terus meningkat dan merendam sejumlah area di sejumlah kecamatan di Palangka Raya, akhirnya Pemerintah Kota Palangka Raya menetapkan status tanggap darurat banjir.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalteng, Darliansjah mengungkapkan, pihaknya kemarin telah melakukan rapat berikut pemantauan langsung ke sejumlah titik banjir dengan melibatkan beberapa pihak, antara lain RSUD, Dinas Kesehatan, TRC BPBD, Tagana, Dinas Sosial, Kepolisian dan TNI.

Dari hasil pemantauan, ada sejumlah tindakan sudah dilakukan termasuk pemberian bantuan dan evakuasi warga. Darliansjah juga mengungkapkan, salah satu rekomendasinya adalah meminta Pemko Palangka Raya untuk segera menetapkan status Tanggap Darurat banjir.

“Pemerintah Kota sore ini menetapkan status siaga darurat banjir,” terang Darliansjah menyampaikan ‘update’ kondisi terbaru penyikapan banjir di Ibukota Kalteng ini kepada Borneonews, Senin (30/4/2018) malam.

Ia juga mengungkapkan, pos komando (Posko) banjir sudah dibangun di Kelurahan Marang Kecamatan Bukit Batu, juga telah siap petugas pelayanan kesehatan berikut obat-obatan, serta data/info dan bantuan evakuasi.

--page


Seperti diberitakan, bencana banjir melanda sejumlah titik di beberapa kecamatan di Palangka Raya antara lain Kecamatan Rakumpit, Bukit Batu dan Pahandut serta Jekan Raya khususnya Petuk Katimpun bawah.  Aparat kepolisian bersama TNI, TRC BPBD, relawan dan instansi terkait lainnya masih siaga di daerah terdampak banjir tersebut.

Terpantau, daerah Tumbang Tahai paling dalam tergenang air, karena sudah sampai sepinggang orang dewasa. Di Mendawai, Pahandut, kedalaman air kira-kira selutut.

Data sementara, sebanyak 30 rumah terendam di Tumbang Tahai, 90 rumah terendam di Kelurahan Marang, dan 60 rumah di Rakumpat. 100 rumah di Kelurahan Petuk Ketimpun terendam, belum lagi di Kawasan Maendawai dan Tumbang Rungan. (ROZIQIN/B-5)