BORNEONEWS, Pulang Pisau - Aksi demo yang terjadi setiap peringatan Hari Buruh di beberapa tempat memberikan suasana mencekam. Kapolres Pulang Pisau AKBP Dedy Sumarsono meminta, peringatan Hari Buruh di Pulang Pisau jangan mencekam dan membuat masyarakat takut.
"Memang kegiatan buruh setiap tahun selalu diwarnai dengan demo yang kemudian berujung bentrok, serta hal-hal yang berbau negatif, dan ini kita harapkan tidak ada lagi," ujar Kapolres seusai melaksanakan senam bersama memeringati Hari Buruh yang digelar halaman Dinas Sosial Kabupaten Pulang Pisau, Selasa (1/5/2018).
Agar peringatan hari buruh ini tidak mencekam dan membuat masyarakat takut, menurutnya, perlu sebuah konsep agar Hari Buruh menjadi penyemangat dengan suasana gembira dan menyenangkan.
Kapolres juga mengaku, sebelum peringatan Hari Buruh, pihaknya melakukan antisipasi terkait dengan potensi adanya gerakan demo yang akan dilakukan para buruh yang ada di Kabupaten Pulang Pisau.
"Alhamdulilah, kita berhasil komunikasi dengan mereka sehingga tidak ada aksi yang dilakukan buruh dan semua terkosentrasi pada kegiatan senam saat ini," ujar Kapolres.
--page
Dalam kegiatan tersebut, para buruh di Kabupaten Pulang Pisau tersebut akan melakukan aksi terkait persoalan buruh yang ada di pelabuhan Pulang Pisau. "Ini tuntutan masalah pelabuhan, namun belum ada penyampaian secara khusus ke kita, dan ini masalah lama para buruh pelabuhan di Pulang Pisau," ujarnya. (JAMES DONNY/B-2)








