BORNEONEWS, Muara Teweh- Pjs Bupati Barito Utara Sapto Nugroho didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gazali Mantalatua meninjau jalan dan pemukiman penduduk di Kota Muara Teweh yang terencam banjir.
Dari hasil peninjauan itu, diketahui skala tinggi air (STA) berada pada titik 12,90. Ada penurunan sekitar 15-20 centimeter dari STA awal.
Lokasi yang ditinjau Pjs Bupati dan Kepala BPBD di antaranya Jalan Merak, Jalan Dahlia, Gang Paraguai, Jalan Imam Bonjol, Masjid At Taqwa Simpang Merdeka, dan daerah Lanjas.
“BPBD diharapkan memberikan pelayanan terhadap keluarga korban terdampak. Seperti bila ada keluarga yang sakit, BPBD bersama tim kesehatannya harus membantu. Biasanya pascabanjir, korban tidak mampu membawa keluarga mereka untuk berobat ke tempat pelayanan kesehatan, karena harus membersihkan rumah,” kata Sapto Nugroho, Selasa (1/5/2018).
Pjs Bupati juga mengapresiasi kinerja BPBD yang cepat tanggap terhadap musibah banjir. Khususnya dalam melayani masyarakat yang menjadi korban.
--page
Sementara itu, Kepala BPBD Gazali Mantalatua mengatakan pada banjir kali ini pemerintah masih belum memberikan bantuan untuk para korban. Karena statusnya masih belum darurat banjir.
Meski begitu, ia menghimbau masyarakat agar tetap berhati-hati terhadap keluarga dan barang saat banjir. “Dan diimbau juga kepada masyarakat agar tidak membangun rumah atau bangunan di tepian sungai atau bantaran sungai yang rawan banjir. Semoga banjir ini cepat surut dan masyarakat dapat melakukan aktivitasnya kembali seperti biasa,” kata Kepala BPBD Barito Utara. (RAMAHANI/B-3)








