BORNEONEWS, Sampit- Selain berbahan dasar beras, ragi, dan gula yang dipermentasi, arak yang dibuat di sebuah pabrik di Jalan Jenderal Sudirman, Km 13, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotim, juga menggunakan air dari sebuah danau.
Hal itu diketahui setelah aparat Polres Kotim menggerebek pabrik minuman keras jenis arak lokal atau lonang milik LTS alias H.
"Hasil permentasi beras, ragi, dan gula dicampur menjadi satu, lalu dimasak menggunakan air yang ada di sana (danau). Setelah masak, selanjutnya proses penyulingan atau penguapan, nah uapnya itulah yang nantinya keluar berubah jadi air yang disebut arak. Namun harus melalui beberapa proses lagi, barulah bisa dikemas ke dalam botol," ucap AN, karyawan dipabrik itu, Selasa (1/5/2018).
Selain tidak steril, air yang diambil dari danau yang berjarak 5 meter dari pabrik itu mengeluarkan aroma tak sedap. Tidak kalah menjijikan, pabrik itupun jauh dari kata bersih. Hanya berbentuk tiang dan atap tanpa dinding pembatas.
Dari lokasi itu, polisi menemukan beberapa alat produksi minuman keras, 70 drum berisi bahan membuat lonang, 8 jeriken ukuran 35 liter berisi lonang.
--page
Dua orang karyawan berinisial AN dan AS turut diamankan untuk dimintai keterangan. Kini kasus ini masih diproses di Polres Kotim. (ACHMAD SYIHABUDDIN/B-3)








