BORNEONEWS, Nanga Bulik - Sebanyak 16 desa di Kabupaten Lamandau yang berbatasan dengan bantaran Daerah Aliran Sungai (DAS) Lamandau masuk dalam peta rawan bencana banjir. Hal ini karena curah hujan selama beberapa pekan terakhir terus meningkat.
Menurut informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau, 16 desa ini terletak di beberapa Kecamatan. "Terbanyak di Kecamatan Bulik dengan lima desa, lalu Bulik Timur dan Menthobi Raya ada tiga desa," ujar Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau Tiryan Kuderon, kemarin.
Kecamatan Sematu Jaya di Desa Wonorejo, Kecamatan Menthobi Raya antara lain Topalan, Batu Ampar dan Lubik Hijau. Lalu Kecamatan Bulik Timur meliputi Desa Nanga Palikodan, Nuangan dan Pedongatan. Kecamatan Lamandau di Desa Sungai Tuat, Kecamatan Belantikan Raya di Desa Bayat, Kecamatan Delang di Desa Sekombulan dan Kecamatan Batangkawa di Desa Batu Tambun.
Hasil patroli tim BPBD Kabupaten Lamandau tanggal 8 April hingga 1 Mei 2018 belum ada yang menggenangi pemukiman warga. Menurutnya, hanya Jalan Bunut-Sei Mentawa tidak dapat dilalui, karena tergenang air. (HERIYADI/B-2)








