BORNEONEWS, Tamiang Layang - Pelaksanaan ujian nasional tingkat SLTP yang diselenggarakan di wilayah Kabupaten Bartim masih manual alias masih melaksanakan ujian nasional kertas pensil (UNKP) . Hal ini sangat disayangkan dan mendapatkan perhatian dari salah satu unsur pimpinan DPRD Bartim.
Wakil ketua II DPRD Bartim, Raran yang dalam suatu kesempatan, pernah melakukan kunjungan reses ke SMPN 1 Dusun Tengah, Ampah. Sekolah tersebut salah satu yamg sudah terakreditasi.
Diterangkan Raran, untuk SMPN 1 Dusun Tengah, fasilitas komputernya sudah ada .Namun ketika menggelar UN sangat disayangkan masih menggunakan sistem manual.
"Seharusnya karena pemerintah sudah menerapkan ujian nasional, seharusnya di Bartim ada keterwakilan sekolah yang melasanakan UN berbasis komputer, "kata Raran, Rabu (2/5/2018).
Dia meminta Kepala kepala Dinas Pendidikan untuk menyusun rencana anggaran pembelian laptop maupun komputer. Sebab prasarana itu sangat dibutuhkan peserta didik.
--page
“Masa Bartim kalah dengan daerah lain yang sudah menggunakan komputer. Karenanya ke depan DPRD secara kelembagaan meminta kepada dinas teknis nanti menganggarkan ya tapi nilainya rasional, jangan akal-akalan," pintanya.(PASOJO EKO APRIANTO/B-6)








