PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada April 2018 tercatat turun, hampir seluruh sub sektor, kecuali perikanan.

Dibanding bulan sebelumnya, ada penurunan sebesar 1,49 poin dari 98,26 persen (Maret 2018) menjadi 96,77 persen (April 2018). 

Sebabnya, dipengaruhi oleh merosotnya indeks harga yang diterima petani (lt) turun 1,07 poin, dan meningkatnya indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang naik 0,85 poin.

"Selama April 2018, NTP lima sub sektor pertanian sebesar 96,77 persen, Hal ini dipengaruhi oleh turunnya nilai tukar seluruh subsektor, kecuali perikanan," kata Kepala BPS Kalteng, Hanif Yahya, Rabu (2/5/2018).

NTP tertinggi terjadi pada subsektor perikanan (108,67 persen), sedangkan NTP terendah pada subsektor tanaman perkebunan rakyat (91,17 persen).

--page


Secara keseluruhan, melemahnya NTP merupakan dampak dari penurunan nilai tukar pada subsektor tanaman perkebunan rakyat (2,94 poin), tanaman pangan (0,97 poin), hortikultura (0,89 poin), dan peternakan (0,21 poin).

Selain NTP yang turun, ternyata Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga turun. Bedanya, NTUP ini adalah NTP yang sudah dipisahkan dengan pengeluaran untuk kebutuhan rumah tangga petani. Jadi murni untuk pengeluaran usaha pertanian.

Hanif mengatakan, selama April 2018, NTP lima sub sektor pertanian sebesar 96,77 persen, lebih rendah dibandingkan dengan nilai tukar NTUP yang sebesar 104,66 persen.

Artinya, NTUP turun 1,07 poin dari 105,73 persen (Maret 2018) menjadi 104,66 persen (April 2018).

"Terdapat selisih sebesar 7,89 poin, mengindikasikan tingkat reduksi kebutuhan konsumsi rumah tangga terhadap daya beli (term of trade) petani," jelasnya. (ROZIQIN/B-11)