BORNEONEWS, Tamiang Layang - Perusahaan pertambangan batubara PT Senamas Energindo Mineral (SEM) mengklarifikasi soal penutupan jalan yang dikeluhkan oleh warga warga Desa Jaweten Kecamatan Dusun Timur Kabupaten Barito Timur.
Menurut Wakil Deputi Direktur PT SEM Asep S, ada empat faktor alasan penutupan jalan tersebut, di antaranya yakni karena faktor keselamatan, oleh karenanya adanya truk pengangkut batubara dari tambang lain melintas di jalur tambang milik PT SEM.
"Kami sudah beberapa kali menegur pengelola tambang agar tidak melintas jalur PT SEM namun tidak juga diindahkan, mereka mengangkut batubara dengan truk kecil roda 6, sedangkan angguktan batubara milik kita truknya besar roda 10," jelasnya.
Atas masalah tersebut, imbuh Asep, bagi masyarakat yang ingin berladang di jalan yang ditutup pihak perusahaan sudah membuat jalan kecil untuk dapat dilewati kendaraan roda dua.
"Untuk masalah bahwa perusahaan tambang tersebut memiliki izin atau tidak, kita tidak tahu, yang pasti jangan melewati jalur tambang kami. Pada umumnya perusahaan batubara membuat jalur hauling sendiri, dan apabila ingin melintas di jalur perusahaan lain tentunya harus meminta iin, terlebih dulu," pungkasnya.
--page
Beberapa waktu lalu warga mengeluhkan ulah PT SEM merupakan anak perusahaan Rimau Group ini telah menutup akses jalan masyarakat menuju perkebunan dengan cara dibuat galian besar sehingga masyarakat tidak dapat melintas. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-5)








