BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kota Palangka Raya, Barit Rayanto mengaku kecewa karena banyak peneliti dari perguruan tinggi yang menjadi mitra tidak hadir pada kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Kelitbangan di Swiss-Belhotel, Palangka Raya, Kamis (3/5/2018).
"Saya kecewa. Tapi mereka peneliti ini juga dosen, ketika mengajar juga tidak bisa diwakilkan. Saya mencoba memahami itu, cuma kita berharap inikan momen penting dan kita ingin riset itu terprogram dengan baik. Makanya kita mempersiapkan kegiatan ini dengan matang," kata Barit kepada borneonews.co.id.
Meski kecewa, ia menegaskan tetap akan melakukan upaya pendekatan baik secara formal maupun non formal.
"Non formal semisal saya melakukan silaturahim ke rumah mereka dalam non kedinasan sambil membangun diskusi," imbuhnya.
Menurutnya, peran perguruan tinggi dalam membantu pemerintah kota melalui penelitian cukup besar. Sebab, lanjut dia, badan litbang tidak memiliki peneliti.
--page
"Karena itulah kita bekerjasama dengan perguruan tinggi. Nah ke depan, kita berharap badan litbang memiliki peneliti mandiri,"
"Analoginya sederhana. Semisal membangun rumah sakit harus ada dokternya. Sama dengan badan litbang. Kita membangun badan litbang harusnya ada peneliti. Sekarang Balitbang punya satu peneliti tingkat pertama dan satu calon peneliti," tuntasnya. (BUDI YULIANTO/B-2)








