BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemicu inflasi di Kalimantan Tengah (Kalteng) ada dua hal, naiknya harga daging ayam ras dan bawang merah. Kondisi ini terjadi di Palangka Raya dan Sampit, dua kota yang menjadi indikator inflasi untuk Provinsi Kalteng.
Di Palangka Raya, komoditas bawang merah menjadi pemicu utama dengan kontribusi 0,11 persen dan di Sampit, komoditas daging ayam ras yang menjadi pemicu utama dengan kontribusi 0,26 persen.
Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng menyebut sejumlah sebab komoditas tersebut menjadi pemicu tertinggi terjadinya inflasi.
"Daging ayam ras itu karena Kalteng masih berharap suplai dari Banjarmasin. Sedangkan bawang merah, itu karena sentimen pasar akibat kelangkaan, yaitu gangguan di daerah produksi," kata Wakil Ketua TPID Kalteng, Setian, Kamis (3/5/2018).
Untuk menekan terjadinya penaikan harga yang lebih tajam, Setian mengatakan TPID bersama instansi terkait menutupi dengan menambah permintaan kepada produsen. Sehingga keberadaan komoditas tersebut di pasaran lebih terpenuhi, serta mengawasi distribusi supaya tidak ada gangguan.
--page
"Bulan ini akan ditambah permintaan dan distribusi pasokan diawasi supaya lancar, karena bulan Ramadan pasti bertambah permintaan pasar," jelas dia.
Seperti diketahui, BPS Kalteng merilis potret perekonomian Kalteng untuk April 2018.
Di Kota Palangka Raya terjadi inflasi 0,29 persen dan Kota Sampit 0,63 persen sehingga Kalteng yang merupakan gabungan keduanya, terjadi inflasi 0,41 persen. (ROZIQIN/B-11)








