BORNEONEWS, Palangka Raya - Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) menggelar Rapat kerja Nasional (Rakernas) II di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sejumlah persoalan terkait guru akan dibahas selama empat hari, pada 4 - 6 Mei 2018.
Utamanya, mengenai perlindungan guru. Selama ini, guru dikenal sebagai profesi, namun asosiasi guru yang telah ada, belum banyak yang bisa memberikan perlindungan saat terjadi sesuatu hal.
“Pergunu ingin menginisiasi di Rakernas ini adalah terbentuknya Komisi atau Badan Perlindungan Guru Indonesia. Selama ini belum ada atau belum penah terbentuk yang ada hanya berupa asosiasi guru, ada PGRI, PGM, dan lainnya,” kata Sekretaris Panitia Nasional Rakernas Pergunu, Saepullah, Kamis (3/5/2018).
Dengan adanya Komisi Perlindungan, ada semacam lembaga yang menjembatani ketika ada kasus melibatkan guru. Sehingga ketika ada kriminalisasi terhadap guru, maka tidak langsung ke pihak penegak hukum tetapi ke Komisi.
Selama ini, begitu ada kasus siswa atau wali siswa lapor ada kekerasan misalnya, selalu guru dikriminalisasi lantaran langsung dipolisikan.
--page
Terkait pelaksanaan Rakernas, lanjut Saepullah, saat ini peserta dari penjuru nusantara sudah berada di Palangka Raya. Sebagian besar menginap di Asrama Haji Al Mabrur dan sebagian di Hotel Luwansa jalan G Obos.
Jumat (4/5/2018) besok siang, sudah harus memasuki arena Rakernas yang pembukaannya dilangsungkan di Asrama Haji, sedangkan pelaksanaan sarasehan dilangsungkan di Ballroom Luwansa, tidak jauh dari Asrama Haji.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Ketua PW Pergunu Kalteng, Arbusin menyatakan sekitar 1.100 guru NU se-Indonesia bakal bertemu di Asrama Haji besok siang, termasuk dari wilayah Indonesia timur, seperti Sulawesi, Papua dan Nusa Tenggara.
“Khusus untuk peserta sarasehan Rakernas II nanti, sekitar 350 orang. Tema Rakernas ini adalah Peran Guru dalam Menyukseskan Pembangunan Bangsa. Ada beberapa sarasehan yang outputnya nanti menghasilkan sejumlah rekomendasi,” bebernya. (ROZIQIN/B-11)








