SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Seorang buruh bongkar muat bernama Amanm tewas setelah tertimpa crane saat memuat pupuk di pelabuhan bongkar muat Jalan Iskandar, Kecamatan MB Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (3/5/2018) sore.

Korban tewas di tempat setelah bagian crane itu patah. Saat itu, korban memuat pupuk menyusunnya ke dalam truk dengan nomor polisi KH 8481 FB. Tanpa diduga, crane yang patah itu menimpanya.

"Saat itu dia (korban) tengah menyusun pupuk itu, lalu crane patah dan langsung menimpanya," kata paman korban, M Syahril.

Di dalam truk, saat itu korban yang merupakan warga Jalan Ir H Juanda 21, Kecamatan MB Ketapang itu menyusun pupuk bersama M Sufiani.

Saat crane itu memuat pupuk ke truk dari kapal pengangkut pupuk sawit Lintas Bahari 23. Saat pupuk sampai ke truk korban membelakangi kapal dan fokus dengan pupuk yang akan disusunnya sambil menghadap ke bagian depan truk.

--page

Saat itu pupuk dalam truk hampir penuh sementara Sufiani menghadap arah kapal atau crane. Mendengar ada suara, Sufiani langsung keluar dari truk. Sementara korban tidak sempat lagi. Dari kondisi alat itu terlihat bagian patah berada di posisi bekas las. 

Akibat kejadian itu jasad korban langsung dibawa ke RSUD dr Murjani Sampit untuk dilakukan visum. Korban tewas setelah tulang leher, bahu hingga pinggangnya patah. Belum ada keterangan resmi kepolisian seputar peristiwa ini.(NACO/B-11)