BORNEONEWS, Sampit - Peringatan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat bersamaan Hari Kesatuan Gerak PKK, Hari Keluarga Nasional, dan Pencanangan Kampung KB dilaksanakan di Desa Kenyala, Kecamatan Telawang, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (3/5/2018).
Dalam kesempatan Bupati Kotim, Supian Hadi menyoroti budaya gotong royong yang kian luntur. Khususnya wilayah perkotaan. Dia pun mengajak seluruh elemen untuk menggelorakan semangat gotong royong.
"Kita lihat di zaman modern ini, gotong royong hanya sebuah slogan," kata Supian, Kamis (3/5/2018).
Supian Hadi menambahkan, melalui kegiatan seperti itu semangat gotong royong harus diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Dia menyindir masyarakat perkotaan agar malu dengan budaya nasional atau gotong royong, yang malah kental terasa di wilayah pedalaman.
--page
"Masyarakat perkotaan harus malu, warga pedalaman masih menjalankan budaya gotong royong," tukasnya.
Dia mencontohkan, seperti edaran bupati untuk gotong royong melakukan pembersihan di lingkungan sekitar sering kali terkendala bahkan susah dilaksanakan.
Jika seperti itu lanjut dia, jangan berharap lingkungan bersih. Dan jangan heran, berpengaruh pada kesehatan. Seperti kasus demam berdarah, yang sebagai dampak malas gotong royong menjaga kebersihan lingkungan.
Bupati berpesan, peringatan BBGRM agar jangan hanya dijadikan seremonial semata. Namun harus diimpelemntasikan dalam kehidupam sehari- hari.
Puji gerakan PKK
Dalam kesempatan itu, itu juga Supian menilai gerak PKK juga sudah mulai aktif. Bahkan, dia meminta agar 10 program PKK berjalan di desa dan kecamatan serta bisa bersinergi dengan masyarakat.
--page
"PKK Kotim harus jadi contoh di Kalteng. Kita ingin tujuan utama PKK bisa tercapai seperti kesejahteraan masyarakat," pungkasnya. (NACO/B-11)








