BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga daging ayam pada April 2018 lalu naik menjadi Rp35 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram (Kg). Kenaikan harga ayam disebabkan karena sempat terjadi kelangkaan.
Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Setian menjelaskan, alasan kelangkaan daging ayam ras karena pasokan yang sempat macet.
"Sebenarnya harga jual daging ayam ras kita berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu saja, namun di bulan April harganya melonjak karena daging ayam yang biasanya kita pesan dari Banjarmasin sempat macet," ujarnya, Kamis (3/5/2018).
Alasannya, mereka tidak menerima pesanan daging ayam karena pada saat bulan April ada acara keagamaan besar sehingga pasokan ayam kita juga berkurang dan menyebabkan harga melonjak naik.
Setian menjelaskan, Banjarmasin pun juga kekurangan ayam karena kegiatan keagamaan di daerah Banjarmasin sangat besar dan dihadiri banyak orang serta berlangsung selama kurang lebih seminggu.
--page
Untuk menyambut Ramadan dan Hari Raya, Bulog bekerja sama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya untuk mengantisipasi kenaikan dan kelangkaan daging ayam.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangka Raya Aratuni D Djaban mengatakan sudah melakukan antisipasi dan secepatnya mengembalikan harga daging ayam agar kembali normal. "Kita sudah melakukan upaya agar harga kembali ke Rp30 ribu dengan membuat lima kandang penyangga, satu kandang penyangga mampu menampung 5 Ton daging ayam, jadi diperkirakan nanti akan ada stok daging ayam sebanyak 25 ton," ujarnya, Kamis (26/4/2018). (GAZALI/B-2)








