PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kenaikan harga bawang merah dan daging ayam memicu inflasi Kalimantan Tengah pada April 2018. 

Pada April kemarin, Kalteng mengalami inflasi sebesar 0,41% Methods Time Measurement (TMT) atau terjadi peningkatan tekanan inflasi jika dibandingkan dengan Maret 2018 lalu yang tercatat sebesar 0,35% (TMT).

Wakil Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)  Setian menjelaskan, secara keseluruhan komoditas volatile food merupakan penyebab utama terjadinya inflasi baik di Kota Palangka Raya maupun Sampit.

"Tekanan harga daging ayam ras yang masih berlanjut dari periode sebelumnya, terutama terjadi akibat gangguan distibusi. Sedangkan tekanan harga bawang merah disebabkan isu nasional keterbatasan pasokan bawang merah akibat adanya anomali cuaca disentra produkai nasional," terangnya, Kamis (4/5/2018).

Setian menjelaskan, gangguan distribusi pada daging ayam ras karena pemasok dari Banjarmasin tidak bisa menjual ke Kalteng karena ada kegiatan besar keagamaan. Bahkan, Banjarmasin pun juga kekurangan ayam karena kegiatan keagamaan di daerah Banjarmasin sangat besar dan dihadiri banyak orang serta berlangsung selama kurang lebih seminggu. (GAZALI/B-2)