MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh- Ketua panitia kegiatan peningkatan kapasitas kader posyandu, Linawati, mengatakan bahwa imunisasi merupakan salah satu kegiatan utama di pos pelayanan terpadu.

“Kegiatan utama lainnya ialah kesehatan ibu dan anak, gizi, keluarga berancana (KB), dan pencegahan penanggulangan diare,” ungkap Linawati, saat pelatihan kader posyandu di Aula Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Jumat (4/5/2018).

Imunisasi, sambung dia, merupakan upaya efektif untuk memberikan kebutuhan pasif pada penyakit tertentu. Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) adalah tubercolusis, difteri, pertusis, tetanus, campak, polio, hemofilus influenza, hepatitis B, dan radang selaput otak.

Hasil monitoring dan evaluasi capaian program imunisasi triwulan pertama 2018 di UPT Puskesmas Muara Teweh, untuk Kelurahan Melayu mencapai 23,81%. Angka ini sudah memenuhi target. 

"Sedangkan untuk Desa Pendreh hanya 9,08% dari target 22,35%, sehingga memerlukan intervensi lebih lanjut,” ujarnya.

Melalui kegiatan peningkatan kapasitas kader posyandu se-wilayah kerja UPT Puskemas Muara Teweh, diharapkan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan mereka dalam mencapai desa/kelurahan universal child immunization (UCI).

“Upaya imunisasi perlu ditingkatkan untuk mencapai tingkat kekebalan masyarakat yang tinggi. Sehingga PD3I dapat dibasmi, dieliminasi, atau dikendalikan,” pungkasnya. (RAMADANI/B-3)