KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Banjir di Desa Talingke Kecamatan Tasik Payawan Kabupaten Katingan tidak sepenuhnya menyebabkan warga kesulitan usaha. Sebagian warga di sini justru panen rezeki dengan ramai-ramai menangkap ikan.

"Sejak air Sungai Katingan meluap kami mencari ikan di hutan sekitar desa yang terendam banjir, terutama menangkap ikan jenis baung," tutur Amat, warga Talingke, Jumat (4/5/2018).

Menurutnya, ia dan sejumlah warga Talingke lainnya sudah seminggu ini menangkap ikan baung itu.

Ikan baung saat ini dihargai paling mahal dibanding ikan jenis lain, seperti gabus, kapar dan ikan jenis biawan.

Amat mengaku, selain memasang alat tangkap jenis pangilar, ia juga memasang banjur atau pancing dengan umpan ikan sepat atau kapar.

--page

"Sore sekitar jam empat saya mulai masang banjir itu, besok pagi kita angkat," ujarnya.

Amat mengaku rata-rata ikan baung yang berhasil ditangkap menggunakan pancing, itu seberat sekitr 15 kg hingga 20 kg. Rata-rata satu ekor ikan baung seberat 3 ons hingga 1 kg, bahkan tak jarang satu ekor ikan hingga lebih dari 1 kg.

Selain dibeli oleh warga Talingke, ikan baun hasil tangkapannya juga dibeli oleh pengepul yang datang dari Kereng Pangi maupun Kasongan.

"Kalau baung kita jual per kg Rp30 ribu, gabus Rp20 ribu dan kapar Rp15 ribu per kolo," katanya.

Ikan sungai jenis baung sejauh ini merupakan pavorit sebagian besar warga Katingan. Pasalnya, ikan baung memiliki cita rasa yang enak dan gurih dan dagingnya tidak banyak tulangnya. Ikan baung juga dapat dimasak berbagai masakan.

Ikan baung sejauh ini merupakan ikan paling mahal untuk jenis ikan sungai. Di Pasar Kasongan pedagang menjual ikan baung ini rata+rata Rp50 ribu per kg. (ABDUL GOFUR/B-5)