PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Penanganan banjir di kawasan Bukit Rawi yang selalu menjadi lokasi langganan banjir musiman, bakal dilakukan dengan pile slab atau jembatan layang, layaknya jembatan panjang di Tumbang Nusa.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) bukan tidak ada perencanaan strategis mengenai hal itu. Bahkan Pemprov sudah membawa usulan ke Kementerian PUPR di Jakarta agar segera dialokasikan.

Namun, ada kendalanya. Kata pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Fahrizal Fitri, masalah pembebasan lahan belum beres. Hal ini berujung pada tersendatnya dana yang tidak terkucur ke Kalteng dari APBN.

“Kalau pengusulan, itu kan sudah sejak tahun lalu pun sudah. Namun masalahnya kan di pembebasan lahan di kanan kiri untuk pengerjaan proyek, kalau dibikin jembatan layang atau pile slab seperti Tumbang Nusa,” kata Fahrizal, Jumat (4/5/2018).

“Kalau lahan saja belum dibebaskan, bagaimana bisa untuk kucuran dana masuk kesitu. Nah, semoga tahun ini terselesaikan dan tahun depan bisa dikerjakan,” harap dia lebih lanjut.

--page

Senada dengan Fahrizal, penanganan ruas Bukit Rawi yang masuk Kabupaten Pulang Pisau ini, Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kapuas Muhammad Hatta juga menegaskan keinginan untuk menangani ruas Bukit Rawi supaya tidak selalu menjadi bencana rutin tahunan.

“Tahun 2019 nanti, di ruas jalan Palangka Raya-Bukit Rawi dibangun, akan dibuat jembatan layang sepanjang kurang lebih 3 kilometer di jalan yang terkena banjir itu,” terang Hatta.

Seperti diberitakan, khusus mengenai bencana banjir, ia telah mengkordinir penanganan melalui tim penanganan banjir dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulang Pisau. Hatta mengatakan Pemkab Pulang Pisau sudah membentuk tim tanggap darurat dan tiga pos. (ROZIQIN/B-5)