PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya– Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Syaifudin meminta kampus berperan meluruskan gelombang radikalisme, baik ekstrim kanan maupun kiri, yang menyeruak di tengah mahasiswa, termasuk kampus keagamaan.

Ia mengingatkan agar perguruan tinggi agama khususnya Islam, mampu membimbing mahasiswa menjadi umat yang wasathan atau moderat, dan mampu merawat keberagamaan dan ke-Indonesian sesuai dengan jati diri bangsa ini.

Penekanan ini perlu disampaikan karena saat ini justru kampus sering diserang dan di-bully ketika petinggi kampus menerapkan aturan agar mahasiswa tidak berbusana yang identik dengan aliran atau faham radikal di Indonesia. Padahal, itu untuk mengajak pada sikap moderat.

“Itulah kenapa tantangannya tidak sederhana. Saya katakan, kita harus mampu merawat warisan pendahulu kita. Saya ingin mengajak mereka semua kaum moderat, ini harus lebih proaktif, harus lebih speak out untuk mengajak mereka yang faham radikal kembali ke faham yang moderat atau tengah,” ucapnya saat berada di Palangka Raya, Jumat (4/5/2018).

Lukman Hakim datang ke Palangka Raya untuk meresmikan gedung baru Asrama Haji Al-Mabrur di Jalan G Obos. Bersamaan dengan itu, Menag juga meresmikan sejumlah gedung balai nikah dan manasik haji KUA kecamatan serentak se-Kalteng, juga penggunaan gedung triple tower IAIN Palangka Raya.

--page

“Kalau ada paham tidak sejalaan dengan jati diri kita, faham radikal, sangat ekslusif, faham yang menganggap dirinya paling benar sementara pihak lain yang berbeda itu salah, lalu diperangi bahkan dengan cara kekerasan,  kita tetap harus sikapi dengan kearifan,” ajaknya.

Ia meminta, kampus membalik cercaan atau hinaan yang dilakukan kaum radikal, dengan akhlak mulia, tidak justru dengan cara kekerasan. Karena kekerasan tidak dikehendaki. (ROZIQIN/B-3)