PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Selama Kerajan Arab Saudi tidak membangun Armina dengan fasilitas tambahan berupa bangunan atau tenda yang bertingkat, berikut fasilitas toilet yang bertingkat pula, maka mustahil ada tambahan kuota haji. Karena penambahan kuota justru membuat sengsara jamaah haji.

Ini penekanan Menteri Agama (Menag) RI Lukman Hakim Syaifudin ketika ditanya perihat kemungkinan tambahan kuota bagi jamaah haji asal Indonesia maupun negara lainnya, saat bertandang ke Palangka Raya untuk meresmikan Asrama Haji Al Mabrur, Jumat (4/5/2018).

“Mina itu daerahnya sangat tertentu. Secara ketentuan syar’i, ya hanya disitu, maka satu-satunya cara untuk menambah daya tampung ya ke atas bukan ke samping,” kata Menag Lukman.

“Jadi, selama Saudi tidak membangun tenda-tenda itu tingkat, tidak membangun toilet yang juga tingkat, maka menambah kuota haji justru rawan karena mengancam jamaah haji itu sendiri. Karena saat ini nyaris 2,5 juta jamaah haji sedunia berada di wilayah terbatas itu, sudah sempit sekali,” tambahnya.

Saat ini, kata Menag, jumlah kuota jamaah haji Indonesia tidak berubah, tetap 221 ribu calon jamaah haji, terdiri dari alokasi 204 ribu yang reguler yang dikelola oleh kementerian agama (Kemenag) dan 17 ribu alokasi jamaah haji khusus yang dilakukan agen diluar Kemenag.

--page


“Perlu diketahui supaya masyarakat memahami dengan baik. Terkait penambahan kuota, selama itu (Armina) belum dibangun lebih memadai, ya mustahil. Mina itu areanya sangat tertentu. Beda dengan Mekkah,  Madinah, dan Arofah sekalipun, yang bisa diperluas sekehendak hati kita. Mina tidak bisa diperluas karena arealnya terbatas disitu saja,”imbuh Lukman. (ROZIQIN/B-5)