PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Meninggalnya Kapten Cpm Moch Azan Supriadi bersama putri ke tiganya, NS (10) dengan cara terbakar membuat duka mendalam bagi jajaran Korem 102 Panju-Panjung.

"Terus terang, kami berbela sungkawa atas meninggalnya almarhum. Mudah-mudahan segala amal baktinya diterima Allah SWT dan kesalahannya diampuni Allah SWT. Serta yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Kapenrem 102 Panju-Panjung Mayor Inf Mahsun Abadi, Sabtu (5/5/2018).

Ia menuturkan, insiden tersebut bisa terjadi karena korban berusaha menolong anaknya yang masih berada di dalam rumah.

Selama bertugas, lanjut Kapenrem, almarhum dikenal sebagai orang yang baik, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

"Beliau seorang perwira yang baik dan tidak ada masalah dalam berdinas. Beliau juga baik dengan tetangga, atasan, pimpinan dan keluarga. Almarhum diberangkatkan ke Bandung untuk dimakamkan," tutur Kapenrem.

--page

Kebakaran tersebut terjadi di tempat tinggal korban, Jalan Tengkawang, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, Jumat (4/5/2018) sekitar pukul 23.00 WIB. (BUDI YULIANTO/B-2)