BORNEONEWS, Palangka Raya - Wadi merupakan cara pengolahan ikan mentah agar awet, khas Suku Dayak. Selain melalui metode penyimpanan, wadi juga dikenal karena proses pembusukkan dalam pembuatannya.
Ada beberapa bahan baku ikan yang sering dilakukan pengolahan menjadi wadi, misalnya Sasapat (Sepat), Jelawat, Patin, Papuyu (Betik/Betok), Behau (Gabus) dan berbagai jenis ikan lainnya. Selain ikan, daging babi juga menjadi pilihan untuk membuat wadi.
Masyarakat yang bertempat tinggal di Kabupaten Kapuas Provinsi Kalimantan Tengah memiliki keahlian dalam pengolahan ikan dengan cara membuat wadi.
Adapun cara pembuatan wadi sudah pernah borneonews.co.id sampaikan, Anda bisa membukanya kembali di sini https://www.borneonews.co.id/berita/86492-cara-membuat-wadi-pembusukan-ikan-dan-daging-khas-dayak .
Itu tadi cara membuat wadi, tapi kebanyakan orang tidak memiliki keahlian yang sama untuk dapat membuat wadi yang enak. Jadi Borneonews hanya akan memberikan resep mengolah wadi yang sudah jadi ini menjadi masakan sedap dan enak.
--page
Untuk wadinya, bisa dibeli di pasar-pasar tradisional atau dibuat sendiri melalui cara pada link di atas. Cara mengolahnya menjadi lauk dapat dengan beberapa cara seperti menggorengnya langsung, dibuat pepes seperti biasa, ataupun di panggang.
Kali ini akan Borneonews berikan cara mengolah wadi khas Dayak.
Bahan dan Bumbu:
- Wadi siap olah 2-4 potong
- Air 3 gelas
- Serai 1 batang
- Lengkuas 1 ruas jari
- Kunyit 1 ruas jari
- Bawang merah 3 siung
- Bawang putih 2 siung
- Garam secukupnya
- Merica secukupnya
Cara Mengolah:
Haluskan semua bumbu, bisa diulek atau diblender, kecuali serai. Untuk serai hanya dikeprek. Didihkan air, setelah mendidih masukkan wadi serta bumbu yang sudah dihaluskan dan serai. Tunggu sampai matang kira-kira 15 menit. Wadi khas Dayak sudah bisa dinikmati. Mudahkan? (TESTI PRISCILLA/B-2)








