BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Ratusan warga Kota Kuala Kapuas menyaksikan tontonan gratis berupa lomba besei kambe atau lomba mendayung perahu berlawanan arah. Seperti halnya pertandingan tarik tambang, pada bagian tengah perahu dibuat seperti kandang khusus yang diberi tanda batas.
Lomba tradisional ini berlangsung di tepian Daerah Aliran Aungai (DAS) Kapuas atau depan Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Jalan Sudirman, Jumat (4/5/2018) pagi. Lomba tersebut merupakan bagian dari Festival Budaya Isen Mulang 2018 atau FBIM di Kalteng.
Peserta lomba adalah putra-putri dari kabupaten dan kota se Kalteng. Masyarakat tampak tumpah ruah di siring taman yang ada di depan rumah jabatan bupati.
Kriteria lomba ini adalah, jika salah satu regu mampu mendayung lebih kuat dari lawannya dan lebih dahulu mendayung hingga melewati batas yang ada di tengah perahu, maka dia yang akan menang.
Lomba ini banyak mendapat tepuk tangan dari penonton maupun dari masing-masing pendukung dari kabupaten mereka. "Yang saya tahu, lomba seperti ini adalah satu-satunya di Kalteng dan lomba seperti ini cukup unik dan tidak ada resiko celaka. Kalaupun ada hanya ringan," ungkap Hendra, warga Banjarmasin yang sengaja datang ke Kapuas.
--page
Ia mengatakan, lomba tersebut tidak diadakan di tengah sungai, hanya cukup di tepi sungai dengan ukuran tempat lomba 20 X 20 meter dengan kedalaman sungai hanya 2 meter. (SRI/B-2)







