PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Film bisa menjadi sarana promosi yang menjanjikan dalam upaya mempromosikan kekayaan budaya lokal Kalteng.

Hal itu diungkapkan Kepala Balai Bahasa Kalimantan Tengah, Haruddin yang baru saja mengikuti forum implementasi penyerapan kearifan budaya lokal yang diselenggarakan Lembaga Sensor Film (LSF).

"Tenyata mereka menilai Kalimantan Tengah sebagai salah satu provinsi yang memilki kekayaan kearifan budaya lokal yang sangat tinggi. Sehingga menurut mereka, kita di sini perlu mengeksplorasi budaya lokal dalam sebuah film yang bermanfaat," kata Haruddin kepada borneonews.co.id, Sabtu (5/5/2018).

Dengan begitu, budaya Kalteng akan dikenal melalui film tersebut. Dirinya pun menyetujui pandangan tersebut.

Menurutnya, dengan melakukan eksplorasi terus menerus terhadap kearifan budaya lokal akan membuat budaya tersebut tidak tergerus dalam arus globalisasi.

--page

"Sangat disayangkan apabila kearifan budaya lokal di Kalteng tidak dapat dieksplor sebagai azas manfaat. Saya rasa Kalteng memang memiliki sumber-sumber atau deposit kearifan lokal yang bisa diangkat dalam industri perfilman dan layar lebar."

Upaya mengeksplor kearifan budaya tidak ada salahnya, terlebih bila dieksplor terus menerus maka akan lebih bermanfaat. Di sisi lain kearifan budaya lokal yang mengandung nilai-nilai budaya akan menjadi abadi. (TESTI PRISCILLA/B-2)