BORNEONEWS, Tamiang Layang - Aksi penutupan jalan hauling batu bara yang dilakukan oleh Perhimpunan Dump Truck dan Penyiraman (PDTP) Baguyur Bagamat Kabupaten Barito Timur membuat aktivitas angkutan tambang lumpuh total, Sabtu (5/5/2018) pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
Salah seorang pekerja penyiraman, Thomas, warga Desa Didi, mengatakan, pihaknya menuntut agar perusahaan penambang batu bara membayar hak para pekerja penyiraman jalan hauling dari Desa Bentot sampai Desa Karang Langit, section A sepanjang hampir 60 Kilometer.
"Uang itu belum dibayarkan hampir dua bulan, armada yang menyiram jalan tersebut ada 11 unit," ucapnya.
Lanjut Thomas, pekerjaan tersebut sudah dilakukan dari 2007. Namun entah kenapa, pembayaran dua bulan terakhir macet.
Perusahaan selaku penanggung jawab pembayaran upah penyiraman tersebut dipegang oleh PT GAL memberitahukan bahwa pihaknya tidak sanggup lagi membayar.
--page
"Kita belum dapat kejelasan kenapa pembayaran tersebut macet, sampai saat ini pun belum mendapat kepastian untuk pembayaran upah penyiraman," tukasnya.
Pantauan di lapangan, penutupan jalan tersebut dilakukan dengan satu buah drum kosong yang diletakkan berdiri di tengah jalan tepatnya wilayah Desa Karang Langit simpang Jalan PT AKM.
Penutupan jalan juga dilakukan di empat desa lain seperti Desa Bentot, Desa Didi, desa Matarah dan Desa Betang Nalong. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-2)








