BORNEONEWS, Tamiang Layang - Warga dari lima desa tidak terima jika PT SEM melakukan penyiraman sendiri. Selama ini, pemyiraman dilakukan warga dari lima desa yakni Desa Karang Langit, Desa Bentot, Desa Didi, Desa Matarah dan Desa Betang Nalong.
"Ini warga desa yang sudah lama melakukan penyiraman tiba-tiba ingin dihentikan, pihak perusahaan ingin melakukan penyiraman sendiri dan menggunakan unit penyiraman sendiri," kata Koordinator Demo Aprianto dari Perhimpunan Dump Truk dan Penyiraman (PDTP) Baguyur Bagamat, Sabtu (5/5/2018).
Pihaknya meminta kepada PT SEM yang merupakan anak perusahaan Rimau Grup selaku pembeli batu bara milik perusahaan penambang yang ada di Kabupaten Bartim agar tetap menggunakan jasa penyiraman yang sudah dimiliki warga dari lima desa.
Tak hanya itu, Aprianto menambahkan, Asosiasi Penambang Batu Bara (APB) selaku perwakilan perusahaan batu bara yang ada di bartim juga tidak bisa menemukan titik terang untuk menyelesaikaan keluhan para pekerja penyiraman jalan hauling batu bara ini.
"Ketua APB Julius mengabarkan kepada saya, setelah bertemu dengan pihak perusahan batu bara, tidak bisa melanjutkan kerja sama tersebut," timpalnya.
--page
Sebagai masyarakat yang berada di lima desa yang masuk daerah section A ini hanya ingin permasalahan cepat selesai, ada kerja sama baik dengan pihak perusahaan, serta kelangsungan untuk menghidupi keluarga tetap berjalan dengan lancar.
"Kalau pihak perusahaan tidak menggunakan unit kita lagi, kita kerja apa, sedangkan perusahaan sudah punya alat penyiraman sendiri dan pekerja sendiri," tuturnya. (PRASOJO EKO APRIANTO/B-2)








